Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, A Yuspahruddin, memberikan apresiasi kepada Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal yang terus melakukan berbagai terobosan, berkreasi dan inovatif.
"Agar program yang telah dibangun dan direncanakan berjalan maksimal, kami meminta dukungan jajaran yang lain," kata Yuspahruddin, dalam rilisnya, Selasa (19/10/2021). Yuspahruddin menyampaikan, semua jajaran harus saling menopang, saling mendukung, agar semuanya bisa berjalan maksimal. Hal itu juga agar inovasi yang sudah dicanangkan bisa berjalan dengan baik.
Diakuinya, masih ada kelebihan kapasitas (over capacity) Lapas di Semarang. Melihat jarak yang cukup dekat, Yuspahruddin berharap agar memindahkan sejumlah narapidana yang telah memenuhi syarat ke Lapas Kendal. "Tanpa warga binaan, apa yang telah dilakukan Lapas Terbuka Kendal akan sia-sia. Kepada Plt. Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Lapas Kendal, untuk segera bisa mengirimkan warga binaan ke sini (Kendal--red)," sambungnya.
Yuspahruddin berharap apa yang terus digalakkan Lapas Terbuka Kendal tidak hanya membawa dampak bagi warga binaan, namun juga kepada para pegawainya.
"Semoga semua kegiatan itu berjalan dengan baik. Lapas Terbuka bisa maju, dan kalau bisa kemajuan Lapas Terbuka Kendal ini membawa dampak kesejahteraan bagi petugasnya," harapnya. Sementara Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy mengatakan, Lapas Terbuka Kendal nantinya akan mengintegrasikan sistem pertanian dan peternakan di satu lokasi yang luasnya mencapai 7,5 hektar. Lapas Terbuka Kendal akan mengolah hasil pertanian (jagung) menjadi pakan ternak yang berkualitas. Di mana limbah dari olahan tersebut akan digunakan untuk industri kompos. Sementara kotoran hewan akan diolah di biogester menjadi pupuk.
"Artinya, semua akan dimanfaatkan semaksimal mungkin guna pengembangan pertanian dan peternakan di Lapas Terbuka Kendal," jelasnya. Usai peresmian, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng yang didampingi Kepala Divisi Administrasi, Jusman dan Kepala Bagian Pelaporan dan Hubungan Masyarakat, Budhiarso Widhayarsono, menyempatkan diri melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan dan pengolahan pakan ternak. Dilanjutkan dengan meletakkan batu pertama pembangunan industri kompos dan biodigester serta memotong pita tanda diresmikan ruang layanan.
Sumber: https://jateng.tribunnews.com/2021/10/19/kemenkumham-jateng-dorong-inovasi-lapas-terbuka-kendal-olah-pakan-ternak-berkualitas-dan-pupuk?page=2